728 x 90

PERKUAT PENGELOLAAN PERIKANAN BERBASIS ILMIAH, KKP SELENGGARAKAN SCIENTIFIC PANEL DAN PENINGKATAN KAPASITAS PENDATA PERIKANAN DI WPPNRI 715, 716, DAN 717

Manado, 4 Agustus 2026 – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Direktorat Pengelolaan Sumber Daya Ikan, Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap, menyelenggarakan rangkaian kegiatan Scientific Panel dan Peningkatan Kapasitas Pendata dan Pengolah Data dalam Mendukung Pengkajian Stok Sumber Daya Ikan di WPPNRI 715, 716, dan 717 pada tanggal 4–9 Agustus 2026 di Kota Manado, Sulawesi Utara.

Kegiatan ini menjadi forum strategis yang mempertemukan pemerintah pusat dan daerah, akademisi, peneliti, serta mitra pembangunan untuk memperkuat sistem pengelolaan perikanan berbasis ilmu pengetahuan melalui peningkatan kualitas data stok sumber daya ikan sebagai dasar penyusunan kebijakan pengelolaan perikanan yang berkelanjutan.

Direktur Jenderal Perikanan Tangkap, Lotharia Latif, menyampaikan sambutan sekaligus membuka kegiatan Scientific Panel dan Peningkatan Kapasitas Pendata serta Pengolah Data untuk mendukung pengkajian stok sumber daya ikan di WPPNRI 715, 716, dan 717, di Manado, Sulawesi Utara, 4 Agustus 2026.

Direktur Jenderal Perikanan Tangkap, Lotharia Latif, dalam pembukaannya menegaskan bahwa pengelolaan sumber daya ikan yang berkelanjutan hanya dapat diwujudkan melalui kolaborasi yang kuat antar pemangku kepentingan dan dukungan data ilmiah yang berkualitas.

"Kolaborasi lintas lembaga merupakan fondasi utama dalam transformasi pengelolaan perikanan Indonesia. Data yang akurat bukan hanya menjadi dasar pengkajian stok sumber daya ikan, tetapi juga menjadi landasan dalam implementasi kebijakan strategis pemerintah, termasuk Penangkapan Ikan Terukur, ekonomi biru, konservasi, hingga pengembangan pelabuhan perikanan bertaraf internasional. Karena itu, peningkatan kapasitas pendata dan pengolah data menjadi investasi penting bagi masa depan pengelolaan perikanan nasional." Ujarnya.

Sambutan kegiatan dilakukan oleh Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulawesi Utara, Salman Mokoginta, yang menyampaikan apresiasi atas kepercayaan menjadikan Kota Manado sebagai tuan rumah penyelenggaraan kegiatan nasional tersebut.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulawesi Utara, Salman Mokoginta, memberikan sambutan pada pembukaan kegiatan Scientific Panel dan Peningkatan Kapasitas Pendata serta Pengolah Data di Kota Manado, Sulawesi Utara (4/8/2026).

Dalam sambutannya, Salman menegaskan bahwa Sulawesi Utara memiliki posisi strategis dalam pengelolaan perikanan nasional, khususnya di WPPNRI 717 yang kaya akan sumber daya tuna, cakalang, dan tongkol. Oleh karena itu, rekomendasi ilmiah yang dihasilkan melalui Scientific Panel diharapkan mampu memperkuat implementasi Rencana Pengelolaan Perikanan serta mendukung pengelolaan sumber daya ikan yang adaptif, berbasis data, dan berkelanjutan.

"Forum ini bukan hanya menjadi ruang berbagi pengetahuan, tetapi juga wadah untuk memperkuat sinergi antara pemerintah, akademisi, pelaku usaha, dan nelayan. Kami berharap rekomendasi yang dihasilkan dapat menjadi dasar penyempurnaan kebijakan pengelolaan perikanan sekaligus memperkuat pembangunan sektor kelautan dan perikanan di Sulawesi Utara maupun Indonesia." Kata Salman.

Sementara itu, Direktur Pengelolaan Sumber Daya Ikan, Syahril Abd Raup, menyampaikan pada Laporan Panitia, bahwa penguatan sistem pendataan merupakan salah satu agenda prioritas Direktorat Pengelolaan Sumber Daya Ikan untuk menghasilkan kebijakan pengelolaan yang berbasis bukti (evidence-based fisheries management).

Direktur Pengelolaan Sumber Daya Ikan, Syahril Abd Raup, menyampaikan laporan panitia sekaligus menjelaskan tujuan pelaksanaan Scientific Panel dan peningkatan kapasitas pendata serta pengolah data untuk mendukung pengkajian stok sumber daya ikan di WPPNRI 715, 716, dan 717, di Kota Manado, Sulawesi Utara (4/8/2026). 

Menurutnya, kegiatan ini tidak hanya meningkatkan kompetensi pendata dan pengolah data, tetapi juga memperkuat integrasi data produksi dan data biologi, memperluas kolaborasi dengan perguruan tinggi, serta memperkuat kelembagaan Scientific Panel di setiap Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik Indonesia.

"Kualitas pengelolaan sumber daya ikan sangat ditentukan oleh kualitas datanya. Melalui Scientific Panel dan peningkatan kapasitas ini, kita membangun sistem pendataan yang semakin kuat, terintegrasi, dan dapat dipertanggungjawabkan sehingga mampu mendukung pengkajian stok sumber daya ikan serta penyusunan kebijakan yang tepat sasaran." Tegas Syahril.

Pada kesempatan yang sama, Project Manager CFI Indonesia, Adipati Rahmat, menyampaikan bahwa penyelenggaraan kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi yang baik antara pemerintah dan mitra pembangunan. Pelaksanaan Scientific Panel dan peningkatan kapasitas tahun ini terlaksana melalui dukungan Agence Française de Développement (AFD) sebagai bentuk keberlanjutan dan replikasi dari model yang sebelumnya dikembangkan melalui dukungan GEF-6 Coastal Fisheries Initiative (CFI) Indonesia.

"Dukungan AFD terhadap penyelenggaraan Scientific Panel dan peningkatan kapasitas pendata serta pengolah data merupakan bentuk kesinambungan dari fondasi yang telah dibangun melalui GEF-6 CFI Indonesia. Replikasi ini menunjukkan bahwa praktik baik yang telah dikembangkan mampu terus diperluas dan diperkuat melalui kolaborasi berbagai mitra pembangunan. Sinergi seperti inilah yang menjadi pemungkin keberlanjutan program pemerintah, khususnya dalam mendukung implementasi Penangkapan Ikan Terukur melalui pengelolaan perikanan berbasis ilmu pengetahuan dan data yang berkualitas." Ungkap Adipati.

0 COMMENTS

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

0 Comments